✽ Om Guru Lian-sheng Siddhi Hum
✽ Namo Suvarnaprabha Sutra
✽ Om Sarasvatyai Svaha
Source : Mahaguru Lian-sheng Sheng-yan Lu book's 54
Translated by Lianhua Jun Shian
Pernah ada yang bertanya, apakah batas usia bisa diprediksikan ?
Saya menjawab : "Bisa."
Saat itu juga tamu tersebut meminta saya untuk memprediksikan batas usianya.
"Tidak boleh terkejut dan tidak boleh takut, maka saya akan menjawabnya."
Tamu itu mengatakan : "saya tidak takut, katakan saja, saya tidak takut pada kematian."
Saya menjawab :"Tiga tahun."
Sesampainya di rumah, hatinya tidak tenang, anak-anaknya bertanya mengapa, dia menjawab :"Usia ayah tinggal tiga tahun.", mendengar ini anak-anaknya langsung emosi, pergi mendatangi saya untuk minta penjelasan, saya hanya bisa terdiam.
Sejak saat itu saya tidak memprediksikan batas usia orang. Namun, terhadap insan yang berusia pendek, saya mengajarkan Sadhana rahasia untuk memperpanjang usia.
Dalam sadhana ini, harus mempersemayamkan Trailokavijaya Vidyaraja, yaitu salah satu dari Lima Maha Vidyaraja. Ada satu sumber yang mengatakan merupakan avatara dari Buddha Akosbhya, satu sumber lagi menyatakan sebagai avatara dari Devata utama agama Brahman, yaitu Shiva. Atribut Dharma dari Trailokavijaya Vidyaraja , bermuka empat, berlengan delapan, berparas hitam - krodha dan menyeramkan, kaki kiri Nya berdiri diatas Dewa Mahesvara, kaki kanan berdiri diatas Maharatu Dewi Uma. Muka Trailokavijaya yang utama berwarna biru, sebelah kanan berwarna kuning, sebelah kiri berwarna hijau, bagian belakang merah. Rambut berwarna merah, memiliki taring mencuat. "Tangan kanan dan kiri yang utama membentuk mudra Trailokavijaya di depan dada, tangan kanan ke dua memegang Vajra, tangan kanan ketiga memegang anak pannah, tangan kanan keempat memegang pedang. Tangan kiri ke dua memegang kaitan, tangan kiri ketiga memegang busur, tangan kiri keempat memegang jerat."
( Ket penterjemah : Trailokavijaya pernah bermanifestasi menjadi Mara untuk menuntun salah satu siswa. Kebanyakan umat Buddha melihat Trailokavijaya menginjak Maheswara sebagai tanda superioritas pantheon dan dipergunakan untuk merendahkan agama lain. Padahal dalam Dharma yang terutama adalah makna bahwa Trailokyavijaya memiliki metode yang melampaui Triloka. Dan lagi, Trailokavijaya sendiri merupakan manifestasi Maheswara sebagai Bodhisattva tingkat tinggi dengan Bodhicitta Maha Agung yang sangat langka. Trailokavijaya sekaligus merupakan manifestasi kebijaksanaan agung Tathagata yang tak tergoyahkan atau Aksobhya. Mengenai Adinata yang menginjak dewa, dalam Hindu sendiri justru telah ada, seperti Dewi Kali menginjak Shiva. Dan teks yang menggambarkan bahwa Para Dewa termasuk Brahma-Vishnu dan Shiva tunduk memuja Mahadewi Shakti. Tanpa pengetahuan Dharma yang benar, orang akan mengartikan ini semua sebagai kesempatan untuk saling merendahkan. Namun yang memahami Dharma dengan benar akan memandangnya sebagai sarana meditasi , proyeksi batin kita sendiri. )
Sadhaka yang menekuni sadhana ini, harus membentuk mudra Trailokyavijaya, kemudian bervisualisasi wujud Trailokavijaya Vidyaraja. Sadhaka duduk bersila, menutup mata, kedua tangan membentuk mudra di depan dada, kemudian bervisualisasi cakra-candra berada di angkasa, di tengah cakra-candra muncul Vajra bersula lima, kemudian Vajra semakin membesar, dan bermanifestasi menjadi Trailokavijaya Vidyaraja. Visualisasi harus dilakukan dengan terperinci dan jelas, usai semua tahapan visualisasi telah jelas, barulah menjapa Mantra Vajra-ayusai ( Vajra Panjang Usia ) :
(Ket penterjemah : Mantra tidak saya tulis untuk menghindari kesalahan pelafalan / Ketidaksesuaian dengan pelafalan Guru Akar.)
Mantra ini dijapakan 1080 kali.
Usai menjapa mantra, melanjutkan visualisasi Trailokavijaya Vidyaraja memancarkan amrta dari pori-pori sekujur tubuh, dan akumulasi amrta ini dari yidam di angkasa tercurah mengabhiseka sadhaka tantra, dari usnisa sadhaka memasuki sekujur tubuh jasmani dan batin, sehingga tubuh dan batin sadhaka menjadi kokoh. Saat itu sadhaka memasuki kondisi samadhi.
Usai keluar samadhi, dengan mudra Vajranjali menyentuh kening (mudra Vajra bersula tiga ) Menjapa : (Ket penterjemah : Mantra tidak saya tulis untuk menghindari kesalahan pelafalan / Ketidaksesuaian dengan pelafalan Guru Akar.) Tujuh kali.
Kemudian dengan mudra menyentuh kening, tenggorokan, ulu hati, tangan kiri dan tangan kanan, kembali ke kening dan leraikan mudra. Saat mudra dileraikan, bervisualisasi diri sendiri telah mengenakan jubah perisai , bagaikan memperoleh siddhi Vajra yang tak lapuk, menyingkirkan segala macam malapetaka yang mengancam nyawa, kematian mengenaskan , kematian dini tidak akan menimpa diri.
Menurut yang tertulis dalam buku karya Bhiksu Hui-nian :
Manfaat utama penekunan Sadhana Trailoavijaya Vidyaraja adalah penaklukkan, menaklukkan Dewa Mara. Jika menjapa mantra Vidyaraja ini, maka semua mara di berbagai loka akan menderita oleh penyakit panas, dan saat para mara yang hendak mencelakai sadhaka mendengarkan mantra Vidyaraja ini, tidak akan mampu melanjutkan usahanya untuk menciptakan rintangan,bahkan akan menjadi pelayan sadhaka. Mudra dari Vidyaraja ini memiliki wibawa dan kekuatan sama dengan Mantranya, mara perintang yang melihat mudra ini maka dalam seketika akan menyingkir. Selain itu , menekuni Sadhana Vidyaraja ini juga menghasilkan pahala kemenangan, menyingkirkan penyakit dan keberhasilan vasikarana.
Kebanyakan bhiksu semua mengetahui bahwa Trailokyavijaya Vidyaraja, memiliki fungsi penaklukan, penekunan sadhananya menghasilkan kemenangan, penyembuhan dan vasikarana. Namun tidak mengetahui bahwa Trailokavijaya Vidyaraja mampu memperpanjang usia, sebab saat kemenangan dalam peperangan diraih, tidak perlu gugur. Saat penyakit tersingkirkan, tentu saja usia akan semakin panjang. Saya memasuki batin Buddha Aksobhya, dan mengetahui sebuah rahasia agung, ternyata Trailokavijaya Vidyaraja memiliki Samadhi Samaya Maitri-karuna Vajra Memperpanjang Usia.
Jika ingin memperpanjang usia, tekunilah Sadhana Trailokavijaya Vidyaraja, asalkan memasuki Samadhi Vajra Panjang Usia, maka pasti memperpanjang usia, memperoleh siddhi Vajra tak lapuk.
Inti sadhana ini adalah sekujur tubuh Trailokavijaya yang memancarkan amrta terang, sadhaka tantra memperoleh abhiseka cahaya amrta ,segala macam sakit penyakit tersingkirkan, terhindar dari segala malapetaka. Saat amrta cahaya mengalir kebawah bagaikan hujan meteor, sadhaka tantra bermandikan cahaya Buddha, merasakan penyatuan, merasakan kekokohan nang agung, memperoleh yukta.
Dulu, saya pernah menekuni Sadhana Trailokavijaya Vidyaraja, menggunakan tungku homa, membakar di dalam tungku, membakar bunga dan dupa, menggunakan kayu homa sebanyak 21 batang, melafalkan Mantra Trailokavijaya Vidyaraja, dimasukkan satu persatu ke dalam api, kemudian saya menggunakan visualisasi bijaksara "A", mengundang kehadiran Trailokavijaya Vidyaraja untuk menerima pujana, saat saya mengundang dengan kekuatan pikiran terpusat, Acarya saya memotret api kekuatan batin bagi saya, diatas kobaran api Dharma homa, bermanifestasi Trailokavijaya, ini merupakan pengalaman saya dalam menekuni Sadhana Trailokavijaya.
Sedikit orang yang mengetahui bahwa Sadhana Trailokavijaya Vidyaraja mampu memperpanjang usia, dan saya mengetahuinya. Apalagi, jika Sadhana Trailokavijaya dapat ditekuni pada saat hari ulang tahun diri sendiri, maka akan menghasilkan keberhasilan agung siddhi Vajra yang tak lapuk. Saya persembahkan satu gatha :
Intisari dan kiat Sadhana Trailokavijaya,
Dengan jelas memvisualisasikan mrta.
Begitu memasuki Samadhi panjang usia,
Mara penyakit dan malapetaka akan tersingkirkan dan menghasilkan shanti.
◦•◦✽◦•◦✽◦•◦✽◦•◦✽◦•◦✽◦•◦✽
昔日,有人問我,壽命可算否?
我答:「可」。
這來人當場就要我算他的壽命。
「須要不驚不怖,我方答之。」
來人說:「我不怕,您直說無妨,我對死無畏懼。」
我答:「三年。」
他回家,悶悶不樂,他的子女問他因由,他告以「壽命
從此,我不算人家的壽命。祇是,我對極短壽者,均教
這個法,要供奉「降三世明王」,「降三世明王」,是
修此法的人,須要結「降三世明王手印」,腦海中觀想
「嗡。婆日拉。玉曬。娑婆哈。」
此真言要持一千○八十遍。
唸完咒,再觀想「降三世明王」其周身毛孔注出甘露,
出定後,用金剛合掌置頂(三叉杵手印);唸:「嗡。
根據,「慧年法師」的著作中有言:「修習降三世明王
一般法師,都知道「降三世明王」,是「降伏」用的,
要想得長壽、延壽的,修「降三世明王」法,祇要進入
此法的重點,在「降三世明王」的周身分洒光明的甘露
我早年修習「降三世明王法」,用護摩爐,在爐中燃炭
「降三世明王法」能延壽增壽,少人知道,而我卻知之
降三世法學要精,
想念甘露要分明;
一入長壽三摩地,
病魔橫災皆掃平。
